|
Berikut ini adalah konfigurasi untuk koneksi Telkom Speedy di Semarang.

Protocol : PPPoE
Encapsulation Type : LLC
VPI/VCI : 8/81
Primary DNS : 202.134.0.155
Alternate DNS : 202.134.2.5
|
Jadi ngerasa aneh nih, kemarin pas di Jakarta kepengen banget dengerin lagunya Daft Punk. Nyari-nyari di Internet akhirnya ketemu youtube nya Digital Love (album Discovery). One of the bestest songs , menurut saya, apalagi video klipnya yang animish gitu. Eh sampai Semarang sini, waktu pertama nyalain tivi, tiba-tiba disuguhi iklan nokia yang lagunya digital love juga. Bener-bener kebeneran ini sih..
Buat yang pengen nyanyi-nyanyi sambil jogad-joged (enaknya sih berdua.. sama kecoa) , ini saya kasih movie dan liriknya, hasil googling sih.. ;-p




Last night I had a dream about you

In this dream I'm dancing right beside you

And it looked like everyone was having fun

the kind of feeling I've waited so long


Don't stop come a little closer
As we jam the rythm gets stronger

There's nothing wrong with just a little little fun

We were dancing all night long


The time is right to put my arms around you
You're feeling right

You wrap your arms around too

But suddenly I feel the shining sun

Before I knew it this dream was all gone

Ooh I don't know what to do

About this dream and you

I wish this dream comes true

Ooh I don't know what to do

About this dream and you

We'll make this dream come true

Why don't you play the game ?

Why don't you play the game ?


ya.. satu lagi tulisan gak penting dari saya


|
Saya, Ahmad Dendi Dwipayana, pemilik, penulis, pengedit, dan pengelola blog ini mengucapkan :

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1427 H
Taqabbalallahu Minna wa Minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Minal Aidzin wal Faidzin..

Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini.
Dan semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan lagi.


|
Salam dahsyat, Salam Luar Biasa, Salam Ethos, Salam Outstanding adalah berbagai macam salam yang dicetuskan para motivator di acara-acara SmartFM (di Semarang 93,4 FM). Saya sendiri pertama kali mendengarkan SmartFM sejak mulai muak mendengar lagu-lagu hip-hop bertebaran di radio anak muda yang sering saya dengarkan dulu. Sejak itu, sampai sekarang, keterusan deh mendengarkan SmartFM..
Tapi lama-lama kok bosen juga ya? Kayanya setiap pembicara harus punya salam sendiri-sendiri gitu. Benar-benar gak kreatif
Eniwei, inti tulisan ini sebenarnya bukan itu. Intinya sebenarnya tidak ada, tulisan ini adalah hasil ledakan katarsis saya di suatu malam jumat yang sedang diwarnai hujan malu-malu. Seperti layaknya ledakan disaat hujan yang jejaknya tersapu rintik-rintik hujan. Tulisan ini pun tidak ada jejaknya, hanya ledakan yang tersapu.
Jadi begini, besok saya akan melakukan suatu rutinitas tahunan yang lazim dilakukan manusia-manusia Indonesia ketika Idul Fitri menjelang. Ya betul, saya juga akan berpartisipasi dalam pesta mudik tahun 2006 kali ini. Kebetulan saya mendapat giliran mudik besok (20 Oktober 2006), pukul 16.00 teng dari Semarang ke Jakarta naik kereta api tut tut tut.
Sebagai seorang yang romantis abis, saya sering berharap rekan sebangku saya di kereta nanti adalah seorang wanita, single, berpenampilan menarik dan bersedia ditempatkan dimana saja (emang lowongan kerja?). Beberapa episode mudik yang lalu, saya selalu ditemani bapak-bapak atau ibu-ibu. Beberapa diantara mereka sangat menyenangkan, karena kadang saya ditawari makan (tapi saya tolak, gengsi gitu loh!), ditawari koran bahkan hanya bincang-bincang kecil yang menyenangkan. Tetapi karena itu tadi, berhubung saya seorang yang romantis abis, setiap naik kereta bukannya doa keselamatan yang lebih dahulu dipanjatkan tapi malah "Ya Tuhan, berikanlah kepadaku seorang teman sebangku yang cantik, untuk menemaniku mengarungi perjalanan mudik ini, kalau perlu sampai seumur hidupku". Tapi ya begitulah, sepertinya Tuhan memang Maha Adil dan bijaksana. Karena setelah dipikir-pikir, kalaupun tiba-tiba sebelah saya seorang wanita berpenampilan menarik.. saya ya belum tentu berani menyapa.

Sekarang coba bayangkan kejadian berikut ini.

Setting : Stasiun dan Gerbong Kereta Api Semarang-Jakarta pada suatu senja dimusim yang lalu.
Pelaku:
  • Lelaki Gundul nan Romantis (LGnR)
  • Wanita Single Berpenampilan Menarik (WSBM)

Narator : Hari ini tanggal 20 oktober 2006, tepat empat hari sebelum hari raya Idul Fitri 1427 Hijriah.

(layar: hitam, dengan lagu latar Menghitung Hari oleh Krisdayanti)

Narator : Mudik telah menjadi kebiasaan rutin manusia di Pulau Jawa. Begitu pula tokoh kita ini.

(layar: fade in... menggambarkan hiruk-pikuk Stasiun Tawang.. Ada sekumpulan porter yang sedang menawarkan jasanya. Seorang ibu dengan dua orang anaknya sedang mengantri tiket. Ada petugas tiket yang sedang melayani antrian yang panjang. Ada.. banyak orang deh pokoknya. Emang kurang jelas apa kalau cuma disebut hiruk-pikuk Stasiun Tawang? )

(layar: zoom in kepada seorang lelaki gundul (LGnR) berbaju biru laut bercelana hitam bersepatu kets . Dengan kardus ditangan kanannya dan majalah olahraga ditangan kirinya. Memanggul backpack hitam dengan gantungan kunci hello kitty)

(suara: hiruk pikuk stasiun)

(layar : zoom out dari si lelaki gundul, lalu memperlihatkan situasi stasiun dengan high-angle (high angle apaan sih?) )

PA : ting tung ting tung "Perhatian, perhatian Kereta Api tujuan Semarang-Jakarta akan tiba sebentar lagi dari arah timur. Dengan susunan gerbong sebagai berikut: Dibelakang lokomotif adalah loko mesin disusul gerbong satu, gerbong dua, gerbong tiga, gerbong empat, restorasi, gerbong lima kemudian gerbong enam sampai delapan. Para penumpang diharapkan mempersiapkan diri.. Terimakasih" tung ting tung ting

(layar : dari arah timur muncul kereta api Semarang-Jakarta dengan lokomotif berwarna putih kusam dengan beberapa garis gak matching yang norak sekali)

(suara : suara mesin dan kereta api dan bel stasiun. Oh ya, stasiunnya masih hiruk pikuk juga lho. Soale kalo langsung sunyi-sepi-sendiri-kala-kau-tinggal-pergi kan aneh)

(layar : Kereta api melambat lalu berhenti pelan-pelan)

(suara: suara rem kereta api dan roda yang melambat. Stasiun masih hiruk-pikuk)

(layar: zoom in lagi ke LGnR, jangan dekat-dekat karena wajah LGnR menjijikkan. LGnR bergegas menuju gerbong tujuh. Sempat menyenggol beberapa porter)

LGnR : "Aduh maaf, Pak. Tidak sengaja" (sambil membungkukkan badan dan terlihat tidak nyaman)
Porter baik hati : " Ah nggak apa-apa kok dik, adik kan tokoh utama dicerita ini." (Melenggang cuek sambil siul-siul)
LGnR dan Penonton : ?!?!?!...

(layar : zoom in lebih dekat ke LGnR, tapi jangan dekat-dekat. pokoknya jangan sampai wajah LGnR yang ancur-ancuran terekspose berlebihan. catatan: kalau sekiranya wajah LGnR terekspose berlebih, wajahnya akan diganti dengan animasi CG)

(layar: LGnR berdesak-desakan di pintu masuk gerbong 7. Seorang bapak-bapak dengan tato di jempol kaki kanannya merangsek masuk tanpa mempedulikan sekitar)

LGnR : (dalam hati) "duh itu bapak sabar dikit kenapa? Udah badan gede, tasnya warna pink lagi.. huh bener-bener deh.."

(layar: LGnR berhasil masuk di gerbong 7, lalu mulai mencari seat 4 A. Beberapa orang penumpang sibuk mengatur barang di rak. LGnR berjalan sambil sesekali meminggirkan badan untuk memberi jalan kepada orang yang berjalan berlawanan arah.)

(suara : Suara hiruk-pikuk stasiun sayup-sayup terdengar sampai hilang. Lagu Bujangan oleh Koes Plus mengalun dari TV 20 inci. Suara tas yang diatur oleh penumpang)

LGnR : (dalam hati) 4A.. 4A.. 7.. 6.. 4, nah itu dia

(layar : LGnR berhenti pada deretan kursi nomer 4. Lalu menaruh kardus disebelah kanan tangannya dan backpack hitam ke rak atas.)

(suara : Lagu Bujangan selesai digantikan suara dari announcer TV Kereta API. suara penumpang yang sibuk mengatur tas.)

Announcer TVKA : "Selamat datang di Kereta Api tujuan Semarang-Jakarta. Kami akan menemani perjalanan anda dengan sajian film dan musik. Selamat menikmati suguhan acara dari kami"

(layar: setelah selesai menempatkan kardus dan backpack nya. LGnR duduk di seat 4A, tepat didekat jendela. LGnR mengamati orang yang hilir mudik mencari tempat duduk. Lalu mulai menenggelamkan diri pada bacaan majalah olahraga yang dibawanya.
Tiba-tiba handphone LGnR berbunyi. Dengan cepat LGnR menerima panggilan telepon itu)

(suara : ringtone lagu Cinderella oleh Raja mengalun dari handphone LGnR)

LGnR : (dalam hati) "Duh, siapa sih ini?"
LGnR : "Ya halo..." "Apa, Kak?" "Iya nih baru sampai di atas kereta.. masih belum berangkat sih.." "Iya, sampai Jakarta kira-kira jam setengah sepuluh gitu deh..".. "Iya ntar kalau sudah sampai jatinegara aku telepon".. "Ok.." "Wa alaikum salaaam" (kemudian LGnR menutup pembicaraan dan memasukkan handphone ke dalam saku celananya.)

(layar : zoom out dari LGnR dan memperlihatkahn situasi gerbong 7 yang mulai tenang. Penumpang sebagian besar sudah mendapat tempat duduk. Dua kursi dari tempat LGnR ada seorang anak kecil yang merengek meminta permen ke Ibunya.)

(suara : suara orang-orang yang sedang berbincang-bincang. Suara acara TV yang gak jelas)

(layar : fokus ke LGnR)

??? : "permisi mas.. disini kursi 4 B kan ya?"

(layar : LGnR kaget lalu menoleh ke kanan. Layar berpindah pada seorang sosok gadis manis (WSBM). )

(suara : instrumental What a Wonderful World)

LGnR : (diam seribu bahasa. Terpesona oleh kecantikan WSBM)
WSBM : "Mas?"
LGnR : (tersadar) "Eh.. iya Mbak. ini 4B.. temennya 4A" ..
WSBM : "ok.."

(layar: WSBM menaruh tasnya pada rak . Namun terlihat kesulitan. LGnR pun bangkit dari duduknya menawarkan bantuan)

LGnR : "Sini mbak, saya bantu" (LGnR mengambil tas dari tangan WSBM kemudian menaruh tas berwarna coklat muda itu tepat disebelah kardus bawaannya tadi.)
WSBM : "Terima kasih, mas"

(layar: zoom out sehingga menampakkan LGnR dan WSBM duduk pada seat masing-masing.)

(suara : fade out instrumental What a Wonderful World. Sunyi..)

(layar : menampakkan WSBM dan LGnR yang duduk berdampingan sambil diem-dieman. Wajah LGnR terlihat nervous. WSBM sibuk mengatur tas tangannya.)

PA KA : "Selamat datang para penumpang Kereta Api Semarang-Jakarta. Kereta ini akan diberangkatkan sebentar lagi. Bagi para pengantar diharapkan segera turun dari gerbong. Kali ini kru Kereta Api di pimpin oleh masinis Bapak Saleh Joko Arrazi.. Kereta ini akan berhenti di Stasiun Pekalongan dan Cirebon. Lalu kemudian dilanjutkan sampai ke Jakarta. Selamat menikmati perjalanan anda "

(layar : masih menampakkan WSBM dan LGnR yang sibuk dengan urusan masing-masing. WSBM sedang berbicara di telepon. LGnR menatap ke luar melalui kaca jendela. )

(layar : ada sedikit hentakan kecil. Kereta mulai berjalan)

(suara: getaran roda-roda Kereta Api yang mulai berjalan. Lalu semakin cepat. kemudian pelan-pelan menghilang seiring ditutupnya pintu gerbong)

(layar : menampakkan kereta api yang berjalan. dan hiruk pikuk stasiun dari kejauhan)

(suara : instrumental)

(layar : menampakkan LGnR yang sedang menatap keluar. Gambar diambil dari luar kaca jendela tempat LGnR duduk. Kemudian beralih kedalam gerbong dengan fokus pada WSBM dan LGnR)

(suara : acara TV KA yang nggak jelas)

(layar: LGnR sekali-sekali mencuri pandang kepada WSBM.)

(suara : lagu latar Curi-curi Pandang oleh Naif)

(layar : WSBM sedang membaca sebuah majalah wanita. Dengan model sampul Fanny Febriana memakai baju berwarna biru)

LGnR : (dalam hati) "Gileee, ni cewek cakep bener.. mimpi apa gue sampai dapet temen sebangku secantik ini...." " pengen kenalan tapi malu ..." "tapi kalau gak sekarang kapan lagi nih.."
LGnR : Mbak ke Jakarta? (LGnR membenahi posisi duduk)
WSBM : (sedikit kaget, lalu menatap LGnR) "Ya iyalah mas... namanya juga Kereta Api jurusan Semarang-Jakarta.. ya saya jelas mau ke Jakarta dong!!.. " (WSBM tersenyum manis, bibir tipisnya merekah memperlihatkan deretan gigi-gigi putih bersih)
LGnR : (Ikut tersenyum.) "Hehe, kan kereta ini berhenti juga di Pekalongan dan Cirebon.. Jadi mbak ke Jakarta juga ya"
WSBM : (tertawa kecil).." Iya, saya mau ke Jakarta nih.." ".. biasa, mudik." "Eh, jangan panggil mbak gitu dong .. kayanya lebih tuaan situ deh daripada saya " (tersenyum)
LGnR : (ikut tersenyum) (dalam hati) "cantik banget deh.. ni cewe.. udah gitu baek lagi"
LGnR : "iya deeeh, nama saya Dendi.. kalo mbak namanya siapa?" (mengulurkan tangan untuk mengajak salaman)
WSBM : "yaaah dipanggil mbak lagi deh.." (tertawa)
Dendi : (tertawa) "hehe iya yah.. sori , sori.. jadi nama kamu siapa?"
WSBM : "Gue Dina.. " (menyalami Dendi)
Dendi : " ok Dina.. senang berkenalan denganmu..."
(agak lama terdiam)
Dina dan Dendi : (tertawa renyah)

(layar : zoom out.. menampakkan Dina dan Dendi yang sedang berbincang seru)

(suara: intro lagu Konservatif oleh The Adams)

Siang, kusaksikan engkau terduduk sendiri
Dengan kostummu yang berkilau
Dan angin sedang kencang-kencang berhembus
Di Jakarta

Dan aku
kan berada di teras rumahmu
saat air engkau suguhkan
dan kita bicara tentang apa saja

Siang, lambat laun telah menjadi malam
dan kini telah gelas ketiga
jam sembilan malam aku pulang

(layar : fade out)

Tags:
|
Memaafkan adalah salah satu pekerjaan yang susah-susah gampang. Saya sendiri bukan termasuk tipe yang mudah memaafkan orang lain. Kalau hanya maaf dimulut mudah sekali memang, tetapi seringkali hati ini tidak mau dengan mudah memaafkan. Apa pasal? Saya juga tidak tahu. Tetapi mungkin karena untuk memaafkan itu dibutuhkan kualitas keikhlasan tingkat tinggi, yang sampai saat ini bagi saya baru sebatas mimpi. Padahal, katanya, memaafkan itu juga adalah sebuah proses pembebasan diri kita. Pembebasan dari belenggu amarah yang, tanpa disadari, seringkali malah merugikan kita sendiri.
Kalau bisa diumpamakan, memaafkan itu sama seperti memberi sedekah kepada seorang pengemis yang sering mangkal di lampu-lampu merah. Saya termasuk orang yang sangat jarang memberi sedekah (jarang sedekah kok bangga). Karena seringkali pikiran saya dipenuhi prasangka buruk atas para pengemis tadi. Mulai dari pura-pura, malas, terkadang juga malah menjadi jengkel karena mereka terkesan mempermainkan perasaan iba saya. Suatu saat , entah bagaimana dan kenapa, saya mencoba sesekali memberi sedekah, walau hanya Rp 100, ketika berada di lampu merah. Tapi kali ini saya mencoba untuk melakukan sedekah plus-plus. Yaitu memberi sedekah dengan cara yang humble dan mencoba memasang senyum sembari menatap si pengemis . Tahu apa yang terjadi?. Luar biasa, ternyata si pengemis menanggapinya dengan sangat baik. Dia mengucapkan terima kasih dengan senyum yang tulus, sangat tulus. Lebih luar biasa lagi, ternyata perasaan saya pun tidak kalah gembiranya. Gilaa, hanya memberi sekeping uang seratus rupiah ditambah sedikit senyum saja saya sudah bisa mendapatkan balasan senyuman dan terimakasih yang jauuuuh lebih tulus daripada senyuman saya. Perasaannya tidak terbayangkan, sungguh menyenangkan. Namun karena dasar saya orang-orang yang benar-benar tidak konsisten, perbuatan semacam itu tidak saya lakukan setiap hari. Selalu saja prasangka buruk menghinggapi.
Seperti itu pula kira-kira sebuah proses memaafkan, menurut saya. Saya sering berprasangka buruk kepada orang yang telah -saya anggap- berbuat salah kepada saya. Saya sering berpikiran bahwa orang itu begitu terkutuknya dan memang dasarnya kurang ajar, sehingga jika saya maafkan kali ini toh suatu saat dia akan mengulangi hal yang sama. Kadang juga karena saya merasa lebih baik, lebih mulia, sama seperti ketika saya merasa lebih mulia dari para pengemis jalanan. Seringnya ketika orang tersebut meminta maaf, saya memaafkan tapi hanya dalam batas kata-kata saja. Di dalam hati saya tetap saja tidak bisa memaafkan orang tadi. Seperti halnya sedekah plus-plus tadi, soal memaafkan pun saya pernah mencobanya, tapi untuk hal ini saya pilih-pilih. Seringkali orang-orang yang bisa saya maafkan hanyalah orang-orang yang dekat dengan saya. Rasanya sama-sama menyenangkan. Tapi mungkin ini lebih karena saya pun membutuhkan mereka dibandingkan sebuah perasaan ikhlas ya?.
Selain itu, proses memaafkan juga bisa dikatakan sebagai sebuah proses memberi kesempatan (an act of giving one another chance). Saya kira, memberi orang lain kesempatan adalah sebuah pemberian yang paling berharga yang bisa diberikan seorang manusia kepada manusia lainnya. Memberi orang lain kesempatan adalah suatu wujud kepercayaan kita terhadap potensi kebaikan yang ada didalam diri manusia. Dengan kata lain kita juga percaya akan nilai-nilai Ilahiah yang secara default memang sudah ada dalam diri manusia. Itulah sebuah arti maaf, dimana kita memberikan kesempatan kepada orang lain yang meminta maaf kepada kita untuk memperbaiki kesalahannya dan untuk kemudian menjadi manusia yang lebih baik. Bayangkan, dengan memberi maaf kita tidak hanya memberi kebebasan bagi diri kita tetapi juga memberi kesempatan kepada orang lain untuk menjadi manusia yang lebih baik. Sayangnya, saat ini dengan begitu banyaknya cerita-cerita tentang kecurangan-kecurangan yang terjadi sehari-hari (daging gelonggongan, sambel palsu, pengemis yang pura-pura luka, dll) sepertinya kita mulai kehilangan kepercayaan terhadap potensi kebaikan yang ada didalam diri manusia. Sering yang lebih dulu muncul adalah perasaan curiga.
Bagaimana dengan saya? Saya sendiri sampai saat ini masih berusaha untuk menjadi orang yang bisa memaafkan dengan ikhlas. Tetapi perjalanan ke arah situ masih jauuuh, karena saya sebenarnya masih memiliki utang permohonan maaf kepada orang lain yang sungguh begitu banyak. Saya kira, sampai saat ini, saya lebih sering berbuat salah kepada orang lain ketimbang saya disalahi orang lain.
Lagipula, saat ini saya masih perlu untuk memaafkan diri saya sendiri. Suatu proses yang sepertinya butuh satu tulisan sendiri. Tapi nggak janji ah.
Andaikan saja kita semua bisa saling ikhlas memaafkan, dunia ini pasti akan jaauuuuhhh lebih menyenangkan untuk ditinggali.
Ayooo damai dooong!!


|
Tahu lagu Toxic? Ini adalah lagu yang dipopulerkan Britney Spears yang sempat ngetop beberapa waktu lalu (Tidak tahu Britney Spears? Selamat.. berarti hidup anda tidak sia-sia :-D ).
Jadi ceritanya, kemarin saya diajak Adam dan Hakim untuk shalat tarawih di Masjid Agung Jawa Tengah. Sebelumnya saya pernah diceritakan beberapa orang teman yang sering tarawih disana kalau shalat tarawih dan witir di Masjid Agung berjumlah 23 rakaat dengan repertoire satu juz setiap malamnya. Awalnya saya menolak, tapi demi gaya-gayaan akhirnya ajakan Adam pun saya terima. Pertama sih saya tolak karena dipikiran saya," 23 rakaat dan satu juz!". Seumur-umur saya belum pernah membaca Al-Quran sejumlah satu juz. Paling panjang saya membaca Al-Quran, paling ya surat yasin, itu pun hanya semangat di bagian "kun fayakun" nya saja.
Nah, sekitar jam 18.30 kami bertiga meluncur dari rumah saya di krapyak (purwoyoso) ke Masjid Agung yang ada di jl. Gajah Raya (?). Seperti sudah kami perkirakan ditengah jalan, kami agak terlambat sampai Masjid Agung. Untung saja yang ketinggalan hanya shalat Isya saja (padahal wajib..), jadi tarawihnya masih bisa komplit. Akhirnya setelah cemas, karena takut pingsan di tengah shalat, saya pun mengikuti tarawih. Wah, ternyata tidak seperti bayangan saya. Shalatnya ternyata cukup menyenangkan. Sedikit melelahkan sih iya, tapi mungkin karena suara sang imam yang melantunkan ayat-ayat Al-Qurannya enak didengar jadi tidak begitu terasa. Apalagi shalatnya tidak kejar-tayang, jadi masih ada waktu istirahat cukup setiap dua rakaat. Mungkin juga karena perut saya masih (agak) kosong, karena sewaktu buka makannya belum lengkap, jadi ringan saja bawaannya.
Tapi ada sedikit insiden kecil yang cukup mengesalkan. Di tengah-tengah shalat tiba-tiba handphone seorang jamaah ada yang bunyi. Tidak tanggung-tanggung, ringtonenya lagu Toxic punya Britney Spears dengan volume yang lumayan gede, tepat di bagian teroreroret-ya (awal-awal lagu). Si pemilik handphone ternyata agak tahu diri, dia kemudian langsung memutus shalatnya untuk mematikan handphonenya yang meraung-raung. Jadi kejadiannya tidak terlalu lama , tapi cukup mengesalkan. Untung saja saat itu saya bisa menahan diri untuk tidak ikut berjoged mengikuti irama. Kalau sampai tiba-tiba saya jogad-joged gitu kan ruginya dobel. Sudah rugi karena malu ( saya kalau joged memang malu-maluin), shalatnya pun pasti batal kan?
Kejadian seperti ini sering terjadi di saat-saat shalat berjamah di masjid-masjid. Anda yang sering berjamaah di masjid (saya tidak) mungkin sering mengalami juga kan?. Memang sepele masalahnya, tapi kan tetap saja bikin kesal orang lain. Lebih mengesalkan lagi kalau ada handphone meraung-raung tapi si pemilik sok-sok khusyuk. Jadi deh si handphone meraung-raung dari ruku' sampai sujud. Itu kan mengganggu kekhusyukan orang lain yang sedang beribadah. Seharusnya semuanya tahu dong kalau sebelum shalat, terlebih lagi kalau berjamaah di masjid, sudah sepatutnya handphone dan barang-barang yang mengganggu kekhusyukan orang lain dalam beribadah (boombox misalkan) dimatikan dulu. Lagipula rata-rata handphone juga kan memiliki fasilitas silent mode, apalagi yang ringtone lagu Toxic-nya kedengaran jelas bass dan treblenya. Kalau yang nyanyi semut-semut kecil sih tidak masalah.
Mungkin ini juga bisa jadi masukan bagi pengelola Masjid Agung untuk memasang semacam signal blocker di seputaran Masjid Agung yang bisa diaktifkan ketika shalat berjamaah sedang berlangsung, kalau perlu setiap saat malah. Karena saat tarawih kemaren, insiden lagu Toxic itu bukanlah satu-satunya. Menjelang rakaat-rakaat akhir ada lagi handphone yang berbunyi *tidid-tidid begitu bunyinya.. eh itu pager ya?*. Kali ini lagunya agak kalem sih, tapi parahnya bunyinya sampai tiga kali.
PARAHNYA LAGI!!, setelah insiden Toxic itu, yang ada di pikiran saya ketika shalat tarawih hanyalah bagaimana menuangkan kisahnya di blog ini. Bener-bener keterlaluan!

keterangan:
meluncur.. - Untuk anda yang belum pernah ke Semarang, perjalanan dari rumah saya di krapyak ke Masjid Agung ini setara dengan perjalanan dari Tembalang ke Simpang Lima, lewat tol krapyak.

semut-semut kecil - Dengan asumsi yang nyanyi adalah satu individu semut dengan volume asli tanpa melalui proses amplifikasi. Bukan gunungan semut yang lagi nyanyi, bukan pula gunungan semut yang sedang nonton bola apalagi gununang semut yang merusak satu mobil milik stasiun televisi swasta karena timnya kalah main bola. Itu sih keterlaluan!

|
"aku benci dengan bintang. bintang itu sombong! Berdiri tinggi tak tergapai, memandang rendah kita yang dibumi. Sok-sok menggoda dengan kerlingannya tapi tetap tidak ingin disentuh."
"mungkin kamu saja yang kurang berusaha "
"Tidak, memang itulah adanya bintang. Menggoda tanpa pernah ingin direnggut. Kau kira kenapa dia berada di tempat yang begitu tinggi? Itu karena dia sombong. Dia angkuh!!"
"Ya sudah, lalu bagaimana dengan bulan?"
"Bulan? HAH!! jangan kau tanyakan tentang bulan. Bulan itu plagiator, tukang nyatut sinarnya si matahari."
"Tapi dia kan indah"
"Aku tidak butuh keindahan hasil nyatut!!"
".."
"lagipula jelas saja dia terlihat indah, karena hadir di waktu malam. Dimana semuanya hanyalah gelap. Da.."
"Tapi setidaknya dia kan menerangimu dikala gelap, menemanimu disaat kau sendiri"
"Tidak... saat aku sendiri aku hanya butuh diri ku sendiri, tidak orang lain. Lagipula, aku tidak butuh sinar curian macam itu."
"Dia kan hanya memantulkan, bukan mencuri"
"O ya? kalau gitu kenapa sinarnya dinamakan sinar bulan?"
"..."
"Ngaku-ngaku punya sendiri padahal hasil nyatut!!"
"Ya sudah.. kalau begitu bagaimana dengan matahari? Sinarnya asli, terangnya benderang dan menghidupi semua isi bumi"
"Matahari terlalu terang, dia terlalu panas. Aku tidak bisa berada dekatnya. Kamu tahu sendiri, kan ? bisa-bisa nanti aku hangus terbakar.."
"Lalu apa maumu?"
"..."
"Pilih saja bintang kalau kamu membutuhkan petunjuk yang dapat membawamu ke tempat yang lebih baik. Dan pilih saja bulan kalau memang keindahan disaat-saat sendiri yang ingin kau dapatkan. Atau pilih saja matahari kalau memang kau ingin hidup yangpenuh warna . Tapi tentu semua ada resikonya sendiri-sendiri.. Bintang mungkin saja akan terus mengacuhkanmu dengan kesombongannya. Bulan pun akan lebih sering terlihat sisi gelapnya. Dan matahari pun suatu saat bisa membakar kulitmu"
"kamu sok tau..."
"Aku hanya menyarankan. Karena kau tidak bisa begini terus. Kau butuh seseorang."
"Ah sudahlah, aku tidak butuh siapa-siapa.. biar saja aku sendiri. Begini saja sudah cukup. Aku tidak butuh bintang, bulan dan matahari"
"Kamu tahu, dengan berkata begitu berarti kau membohongi dirimu sendiri. Kamu mengkhianati perasaanmu sendiri. Tidak ada orang yang bisa sendirian di muka bumi ini. Kamu tahu itu"
"..."
"Kamu tahu apa yang akan terjadi dengan orang yang mengkhianati perasaannya?"
"..."
"Mereka akan hancur. Tidak seketika, tapi perlahan-lahan. Sedikit demi sedikit kulit dan tulang mereka akan hancur dan akhirnya mereka sendiri akan musnah. Hilang tak berbekas "
"..."
"Jangan teman, jangan khianati perasaanmu.."
"Kamu tahu? Kamu benar-benar sok tahu.."

Tags:
|
"..lebih baik menghindari maksiat, daripada melakukan ibadah yang sunnah..". Begitulah kata Quraish Shihab dalam acara Tafsir Al Mishbah tadi di MetroTV. Topik yang dibahas tadi adalah seputar haji mabrur (Al-Baqarah 196?) dan kalimat ini terucap ketika seorang panelis menanyakan mana yang lebih baik, pergi haji berkali-kali atau memberangkatkan orang lain.
Maksud beliau adalah sebaiknya kita berusaha meninggalkan kemaksiatan dan keburukan pada diri kita sebelum melakukan kebaikan yang sunnah. Dalam hal pergi berhaji, maka lebih baik menggunakan biaya berhaji untuk fakir miskin karena akan lebih berguna. Menurut beliau lagi, kita lebih sering melakukan ibadah sesuai dengan apa yang kita senangi daripada sesuai yang disenangi Allah. Sebuah konsep yang salah dalam beribadah , karena konsep ibadah yang benar adalah karena Allah (melakukan sesuatu yang disenangi Allah).
Lalu Quraish Shihab menganalogikan dengan "Mana yang lebih baik, mandi tanpa memakai parfum atau memakai parfum tanpa mandi?"
Kesimpulannya, sebaiknya kita membersihkan diri dulu dari segala kemaksiatan sebelum menambah kebaikan (sunnah) yang ada dalam diri kita.
Tapi, ini bukan alasan untuk tidak tarawih lho yaa! :-D


Tags:
|
Sekali-sekali ah posting video dari YouTube. Kebetulan nemu videonya Must Say Good Bye. OST dari Film Il Mare. Great Movie, dulu sudah pernah saya bahas .

|
Blog saya sudah dipasangi coComment (melalui Haloscan), Sebuah layanan untuk melacak komentar-komentar kita di blog atau situs orang lain. Dengan demikian kita dapat mengikuti komentar-komentar dari suatu tulisan yang pernah kita komentari, jadi tidak perlu rutin mengunjungi tulisan yang bersangkutan tinggal liat di feedreader saja. Idenya sih gitu, kayaknya. Saya lagi gak mood untuk berpanjang lebar tentang ini. Silakan ke situsnya saja ya. Masih dalam tahap beta jadi agak-agak kacau di beberapa browser..
Oh ya, sepertinya para developer coComment ini juga penggemar Douglas Adams..
So Long and Thanks for All the Fish ;-D
|
ini adalah sebuah test
|
Baru beberapa bulan kemarin saya mengetahui tentang layanan Google Analytics. Dari halaman supportnya mengatakan :
Google Analytics shows you how people found your site, how they explored it, and how you can enhance their visitor experience. Improve your website return on investment, increase conversions, and make more money on the web.

Jadi kira-kira dengan Google Analytics ini saya bisa mengetahui statistik-statistik pengunjung blog ini, dari mana mereka mendapatkan alamat blog ini, browser apa yang dipakai, dan berapa resolusi monitor yang dipakai. Untuk menggunakannya, kita harus mendaftar dulu, serta meletakkan beberapa baris kode pada halaman yang kita ingin analisis.



Berikut ini adalah gambar executive summary dari blog saya di Google analytics.

(klik untuk memperbesar)

Dari gambar tersebut terlihat bahwa, pengunjung blog terbanyak berasal dari mesin pencari google sebanyak 38,57% kemudian disusul dari del.icio.us sebanyak 19.05 %. Ya, memang sih pengunjung blog ini tidak banyak. Dapat dilihat pada grafik Visit and Pageviews, pada tanggal 1 Oktober hanya ada 25 pengunjung dengan jumlah halaman yang dilihat sebanyak 53 kali. Artinya rata-rata setiap pengunjung yang datang pada tanggal itu membuka 2,12 halaman.
Dengan Google Analytics kita dapat menentukan strategi marketing apa yang telah berjalan baik dan mana yang tidak (sok marketing ni yey!!).
Gambar dibawah ini adalah bagian Marketing Summary blog ini di Google Analytics.

(klik untuk memperbesar)

Terlihat, Google menempati tempat pertama pada Top 5 Sources, dengan menyumbangkan sejumlah 81 pengunjung, lalu di tempat kedua ada del.icio.us yang menyumbangkan 40 pengunjung. Di halaman itu juga ada daftar keyword yang mengantarkan orang-orang ke blog saya. Gambar panah yang berwarna hijau dan merah itu menunjukkan kenaikan atau penurunan pengunjung dari sumber tersebut pada hari itu dibandingkan hari sebelumnya. Terlihat bahwa pengunjung dari del.icio.us mengalami penurunan sebesar 23% dan dari google malah naik 53 %. Tapi dengan porsi yang lumayan besar, berarti pemasangan blog ini di del.icio.us (dengan menempatkan tags dari blog ini di sana) lumayan membantu peningkatan pengunjung blog saya.
Masih banyak statistik-statistik lain yang bisa dilihat pada Google Analytics, seperti jenis browser, resolusi monitor, atau negara asal pengunjung. Silakan dicoba sendiri ya. Atau jangan-jangan malah udah tau? walah... dasar Dendi kuper!!

|
Saya yakin kita semua pernah mengalami momen-momen "Thank God i found you". Tidak melulu tentang cinta yang bermehe-mehe(?). Tapi tentang segala sisi kehidupan. Misalkan kita bertemu dengan seorang Ibu di sebuah kereta api Semarang-Jakarta, yang obrolan dengannya malah mengingatkan kita kembali ke cinta Ibu kita sendiri yang begitu besar. Atau pertemuan dengan seorang sahabat lama, yang sebelumnya kita anggap figuran-figuran kecil dalam sebuah skenario besar kehidupan kita, ternyata adalah seorang yang berperan amat besar dalam membentuk jati diri kita bahkan arah hidup kita. Atau bahkan bertemu dengan seorang penjual koran saja bisa membuat kita lebih menghargai hidup.
Hidup sebagai seorang yang egois terkadang membuat saya terlambat menyadari momen-momen seperti itu. Saya sendiri begitu banyak melupakan teman-teman lama saya. Sering saya merasa malu dan jijik dengan diri sendiri (memang sudah seharusnya? ;-p) ketika ditanya teman lain, "Den, kabar si A gimana?" . Tapi saya kemudian hanya bisa menjawab , "Waduw, gak tau tuh" . Lalu si teman malah meneruskan dengan "Lho, gimana sih? Dulu elo bukannya sobatan? Emang gak pernah kontak-kontek lagi?" .. JLEB!! Percakapan macam ini membuat saya merasa menjadi manusia dengan kasta paling rendah (dalam suatu masyarakat yang menganut sistem kasta tentunya). Manusia egosentrik paling wagu yang udah gendut, hidup pula!
Yah, saya memang mengalami masalah dalam kehidupan sosial saya, entah apa masalah saya tapi yang pasti ada (masalah yang paling jelas sih ya jomblongitis akutbangetis).
Jadi pada malam sepi ini, di malam yang sendirian dan agak-agak cemas karena dikecengin kecoa laknat. Saya ingin mengucapkan kepada teman-teman saya, guru-guru saya dan siapapun yang pernah berinteraksi dengan saya.. baik di dunia nyata, dunia maya, bahkan dunia mimpi sekalipun ..THANK GOD I FOUND YOU... saya berterima kasih pada Allah sudah dipertemukan dengan anda semua.. hidup saya tidak akan seindah ini tanpa anda semua.

eh, kecoa yang tadi kemana sih? *seremmm*


Tags:

Komentar Terbaru

Tinggalkan Pesan


Name
Email
URI
Msg

Tags

Gegambaran

Loenpia.net